Rekomendasi Saham
IHSG Bisa Kembali Melemah
Angga Aliya - detikfinance
Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat
naik-turun antara zona merah dan hijau sebelum berakhir stagnan. Indeks
hanya turun tipis 2 poin di awal pekan ini.
Mengakhiri
perdagangan awal pekan, Senin (3/8/2015), IHSG ditutup menipis 2,347
poin (0,05%) ke level 4.800,182. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik
1,957 poin (0,24%) ke level 815,054.
Wall Street ditutup negatif
pada perdagangan Senin awal pekan. Ini dikarenakan turunnya harga minyak
yang mendorong saham-saham energi ikut lesu. Serta data manufaktur di
China yang menimbulkan kekhawatiran.
Indeks Dow Jones turun 0,52% ke 17.598,2. Indeks S&P 500 turun 0,28%) ke 2.098,04. Indeks Nasdaq turun 0,25% ke 5.115,38.
Hari
ini IHSG diperkirakan bisa bergerak di zona merah jika melihat sentimen
yang bergerak. Investor menanti laporan keuangan emiten yang diharapkan
bisa mengubah arah perdagangan.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 15,55 poin (0,08%) ke level 20.532,56.
- Indeks Straits Times berkurang 4,61 poin (0,14%) ke level 3.188,18.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
IHSG
kemarin bergerak bervariasi di tengah minimnya insentif positif di
pasar. Aksi beli selektif terutama melanda saham emiten bank BUMN
berkapitalisasi besar seperti saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
yang kemarin menguat 4,5%. Sedangkan aksi ambil untung terutama melanda
saham sektor konsumsi, perdagangan, dan pertambangan.
IHSG akhirnya ditutup relatif flat melemah 2 poin di 4.800,182.
Penguatan lanjutan IHSG tertahan setelah pasar kawasan Asia kemarin
cenderung bergerak di teritori negatif.
Sentimen negatif kawasan
Asia kemarin dipicu data manufaktur China yang kembali mengindikasikan
perlambatan ekonomi negara tersebut. Indeks Caixin Final Manufacturing
China Juli lalu turun ke 47,8 terendah sejak Juli 2013.
Dari
domestik data inflasi Juli sebesar 0,93% secara bulanan dan 7,26% (yoy)
cenderung direspons positif karena sudah diperkirakan sebelumnya. Pasar
memperkirakan inflasi ke depan cenderung akan turun pasca Idul Fitri.
Saat ini pasar tengah menanti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal
dua yang diperkirakan masih di bawah 5% namun lebih tinggi dari kuartal
pertama sebesar 4,7% (yoy).
Sementara Wall Street tadi malam
bergerak di teritori negatif setelah harga komoditas kembali anjlok
menyusul meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi setelah aktivitas
manufaktur China Juli lalu kembali mengalami kontraksi. Indeks DJIA dan
S&P masing-masing koreksi 0,52% dan 0,28% tutup di 17.598,20 dan
2.098,04. Harga minyak mentah di AS kembali anjlok 3,81% di US$
45,72/barel.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan
bergerak bervariasi namun cenderung terkoreksi menyusul minimnya
insentif positif. Pasar juga mencermati pergerakan rupiah atas dolar AS
yang sudah menembus level Rp 13.500 per US$, IHSG diperkirakan bergerak
dengan support di 4.770 dan resisten di 4.830.
OSO Securities
Awal
pekan ini IHSG ditutup melemah tipis di tengah pelemahan yang terjadi
pada mayoritas bursa Asia. Riilisnya data Caixin China PMI yang turun
menjadi 47.8 dari sebelumnya 48.2, menjadi salah satu katalis yang mampu
menyeret Bursa China ke dalam zona merah, sehingga memberikan sentiment
negative kepada bursa Asia lainnya. IHSG melemah sebesar 0.05% atau
turun ke level 4,800.18. Rilisnya data inflasi bulan Juli yang masih
terkendali sebesar 0.93% MoM atau 1.26% YoY tidak mampu menggerakkan
IHSG lebih tinggi. Hampir seluruh indeks sektoral mengalami pelemahan,
kecuali sector Basic Industry, Property dan Finance. Pelaku pasar asing
mencatatkan net buy sebesar Rp 327.99 miliar.
Sementara itu,
Bursa Wall Street ikut menjadi imbas dari penurunan yang terjadi pada
bursa China, pelaku pasar khawatir terhadap perekonomian China yang
semakin menunjukkan tren perlambatannya. Selain itu personal income US
yang masih rendah sebesar 0.4% dari sebelumnya 0.5% ikut menjadi katalis
negatif pada perdagangan kemarin.
Berbeda dengan bursa Eropa
yang ditutup variatif dengan kecenderungan menguat. Rilisnya data Markit
Manafacturing PMI kawasan Eropa sebesar 52.4 atau berada di atas
ekspektasi pasar yang hanya 52.2, semakin memberikan optimisme pelaku
pasar bahwa kondisi Eropa kian membaik.
Pada perdagangan hari ini
IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas
ditengah masih tingginya nilai tukar rupiah atau masih berada di atas
13.500. Secara technical IHSG berada di area lower Bollinger band.
Indikator MACD Histogram membentuk pola goldencross diikuti dengan
penguatan volume. Selain itu indikator stochastic oscilator terus
melanjutkan penguatannya disertai indikator MFI yang semakin menguat.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4780 – 4840.
Link news http://finance.detik.com/read/2015/08/04/085238/2982448/6/1/ihsg-bisa-kembali-melemah